√ Apa Itu E Commerce

3 min read

Apa Itu E Commerce

Kehadiran internet membuat perkembangan teknologi berjalan pesat dan membuat banyak baru dalam bisnis. E commerce merupakan salah satunya, lantas tahukah Anda apa itu e commerce?

Apa itu e commerce

E commerce merupakan singkatan untuk Electronic commerce atau disebut juga ecommerce. Apa itu e commerce? E commerce dapat diartikan sebagai segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik. Namun e commerce sarananya melalui media elektronik, namun kini lebih sering dilakukan melalui internet.

Ada sedikit salah pengertian antara apa itu e commerce dan marketplace. E commerce merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua transaksi yang dilakukan melalui media elektronik. Sementara itu, marketplace merupakan salah satu dari model e commerce yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli. 

Penjual yang ada di marketplace hanya perlu meladeni pembelian, sementara untuk hal teknis lain seperti pengelolaan website akan dilakukan oleh platform tersebut. Situs-situs belanja seperti Shopee dan Tokopedia ialah dua contoh marketplace.

Golongan-golongan E Commerce

Apa Itu E Commerce

Jika sudah memiliki gambaran mengenai apa itu e commerce, selanjutnya ada enam golongan dalam e commerce.

1. Business to Business (B2B)

Dalam hal ini, perusahaan akan menjual produk kepada perusahaan lain. Untuk e commerce ini, pembeli biasanya akan memesan produk dalam jumlah besar. Sebagai contoh perusahaan yang membeli peralatan olahraga dalam jumlah besar dari sebuah produsen.

2. Business to Consumer (B2C)

Dalam golongan e commerce jenis ini, sebuah perusahaan akan menjual produk atau jasanya kepada konsumen. Pelanggan e commerce B2C biasanya hanya akan mengecer. Jika Anda pernah melakukan pembelian di suatu toko online, maka aktivitas tersebut masuk ke dalam golongan ini.

3. Consumer to Consumer (C2C)

Apakah Anda pernah menjuall barang bekas ke orang lain yang membutuhkannya melalui internet? Jika pernah maka aktivitas tersebut masuk dalam e commerce golongan ini. C2C merupakan transaksi online antar dua individu.

4. Consumer to Business (C2B)

C2B merupakan kebalikan dari B2C. E Commerce C2B berarti seseorang menjual produk atau layanan kepada sebuah perusahaan. Sebagai contoh, desainer grafis yang menjual logo yang dibuatnya kepada perusahaan bisnis kuliner.

5. Business to Public Administration (B2A)

E Commerce jenis ini mirip dengan B2B, namun transaksi dilakukan oleh individu dan lembaga pemerintah. Contoh dari E Commerce jenis B2A yakni adanya jasa pembuatan website yang ditawarkan untuk sistem administrasi online.

6. Consumer to Public Administration (C2A)

Jenis E Commerce C2A jarang ditemukan di Indonesia. Jenis e commerce ini berjalan seperti C2B, namun transaksi dilakukan oleh individu dan lembaga pemerintah. Jenis transaksi ini biasanya berbentuk jasa.

Contoh-contoh E Commerce

Apa Itu E Commerce

1. Business to business (B2B)

  • Electornic City yang menjual perlengkapan elektronik untuk kantor dan rumah tangga.
  • Ralali, menjual perlengkapan kantor dan rumah. Selain itu juga menjual berbagai peralatan industri, pertanian, dan restoran.
  • Mbiz, menjual jasa seperti housekeeping dan juga perbaikan dinding. 

2. Business to consumer (B2C)

  • Lazada yang menjual berbagai keperluan mulai dari fesyen, aksesoris, kosmetik, elektronik, dll.
  • Shopee yang menjual produk-produk seperti Lazada dan juga perabotan rumah tangga, peralatan olahraga, serta perlengkapan untuk anak.
  • BliBli sama seperti Shopee.

3. Consumer to consumer (C2C)

  • Bukalapak yang menjual berbagai macam produk mulai dari kebutuhan pribadi, kendaraan, hingga peralatan rumah tangga.
  • Tokopedia menjual berbagai produk seperti Shopee, namun ada juga barang-barang bekas yang dijual.
  • Kaskus yang merupakan forum terbuka, namun digunakan juga untuk memasarkan barang bekas.

4. Consumer to Business (C2B)

  • Freelancer ialah situs di mana pekerja freelance menawarkan diri mereka berdasarkan keahlian kepada bisnis yang membutuhkan.
  • Upwork – Situs yang sejenis dengan Freelancer.
  • iStock merupakan situs bisnis bagi yang membutuhkan foto, video, atau ilustrasi digital yang digunakan untuk kebutuhan komersial.

5. Business to public administration (B2A)

  • Qlue yang menyediakan perangkat lunak untuk membantu kinerja pemerintahan dan perusahaan. Termasuk di dalamnya sistem administrasi kendaraan dan aplikasi analitik.
  • Accela – membantu pemerintah untuk melakukan administrasi publik dan memiliki konsep software as a service.

Bagaimana Perkembangan E Commerce di Indonesia?

Industri e commerce di Indonesia berkembang dengan sangat pesat, bahkan Indonesia masuk daftar 10 negara di dunia dengan pertumbuhan e commerce tercepat.

Pada 2018 lalu, e commerce Indonesia memiliki pertumbuhan 78 persen dan 17,7 persen di antaranya merupakan transaksi pembelian tiket pesawat dan pembayaran hotel. Lalu pembelian pakaian dan alas kaki menyumbang sekitar 11,9 persen di antaranya, kemudian 10 persen sisanya berasal dari kosmetik dan produk-produk kesehatan.

Melihat data tersebut, memiliki bisnis e commerce terlihat cukup menggiurkan terutama untuk Anda yang baru merintis bisnis. E commerce bisa menjadi pilihan karena memiliki banyak manfaat.

Manfaat Kehadiran E Commerce

Apa Itu E Commerce

Seiring dengan pesatnya perkembangan e commerce di Indonesia, mungkin ada beberapa yang masih belum tahu betul mengenai manfaat kehadiran e commerce. Berikut beberapa manfaat dan kelebihan e commerce yang bisa Anda dapatkan.

  • Jangkauan luas

Berbeda dengan pemilik toko konvensional yang hanya bisa menjangkau daerah sekitarnya, jika Anda memiliki sebuah website e commerce, maka Anda bisa memperluas bisnis ke penjuru negeri karena pembeli dari berbagai wilayah bisa melakukan transaksi di toko Anda.

  • Tak terbatas waktu

Toko konvensional harus mengeluarkan biaya yang cukup besar jika ingin buka selama 24 jam karena ada beberapa biaya tambahan yang harus dipenuhi. Berbeda jika Anda memiliki toko online yang bisa diakses oleh internet. Pembeli tetap bisa melakukan transaksi pembelian tanpa Anda harus berjaga selama 25 jam.

  • Biaya murah

Dari segi biaya, membuka lapak online lebih terjangkau ketimbang memiliki toko fisik. Anda tidak perlu membayar sewa bangunan misalnya atau membayar karyawan untuk menjaga toko yang Anda miliki.

  • Mudah mengelola transaksi dan proses pengiriman

Jika Anda memiliki toko online, Anda tidak perlu pusing untuk memikirkan cara transaksi dan pengiriman produk. Kini sudah ada berbagai layanan transaksi dan pengiriman melalui internet. Proses pengiriman bisa dilacak secara online.

  • Tidak perlu stok barang sendiri

Dalam e commerce, Anda bisa bertindak sebagai dropshipper yang memungkinkan Anda untuk berjualan tanpa harus menyetok barang-barang. Ketika order sudah datang, Anda hanya perlu untuk meneruskannya pada produsen barang yang diinginkan.

  • Bisa pelajari kebiasaan pelanggan

Anda harus bisa mempelajari kebiasaan pelanggan saat menjalankan bisnis online. Tanpa tahu kebiasaan pelanggan sama saja Anda menyia-nyiakan investasi. Sekarang banyak tersedia berbagai tool analytic seperti Google Analytic yang bisa digunakan untuk melihat dan mempelajari data dari perusahaan Anda.

  • Kerja di manapun

Tidak seperti toko fisik, toko online bisa diakses kapanpun dan orang yang menjalankannya tidak perlu ada di suatu tempat karena mereka bisa bekerja dari manapun asal memiliki perangkat dan jaringan internet yang memadai.

Tips Memilih Pakaian untuk Melamar Kerja di Indomaret

Kesan pertama sangatlah penting dalam kegiatan wawancara kerja, karena kesan pertama akan menjadi salah satu faktor penentu apakah Anda akan diterima untuk mengisi pekerjaan...
Rahma Wati
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published.

11 + twenty =