4 min read

Cara Menggunakan Android Studio Pemula

Di zaman yang serba canggih ini, teknologi Smartphone telah menjadi kebutuhan primer. Yang dimana hampir semua orang mempunyai Smartphone. Hingga saat ini, Android masih menjadi sistem operasi yang jumlah penggunanya paling banyak.

Banyak juga pengembang yang melakukan rancangan aplikasi versi mobile, dengan bahasa pemrograman seperti pada Android studio. Jika Anda tertarik, maka pelajari dahulu cara menggunakan Android Studio pemula, agar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

Anda juga harus memahami bagaimana proses download dan install aplikasi Android studio tersebut, dengan spesifikasi yang harus terpenuhi untuk melancarkan proses pengembangan dari aplikasi itu sendiri.

Android Studio Adalah

Sebelum masuk ke tahap cara menggunakan Android Studio pemula, sebaiknya pahami dulu apa yang dimaksud dengan Android Studio. Pengertian dari Android Studio yaitu lingkungan pengembangan terpadu, yang mendukung dan mensupport proses dalam membuat suatu aplikasi versi mobile. 

Banyak tugas dan fungsi dari Android Studio tersebut, salah satunya yaitu menyediakan antarmuka atau interface dalam pembuatan dan pengelolaan aplikasi manajemen file yang tampak lebih kompleks.

Di dalam Android ini ada banyak hal yang harus Anda lakukan seperti mengedit, menulis, serta menyimpan file proyek dengan baik. Tak hanya, itu, Android Studio juga mempunyai akses untuk Software Development Kit, yang bisa terintergrasi langsung. SDK tersebut juga menjadi ekstensi dalam kebutuhan pemrograman itu sendiri.

Sejarah Android

Jika sudah paham dengan pengertian dari Android Studio, ada baiknya Anda juga mempelajari tentang sejarah Android. Untuk pertama kalinya, Android dibuat di tahun 2003 tepatnya pada bulan Oktober di California USA.

Perusahaan ini dibangun oleh beberapa tim IT secara khusus, yang diawali dengan konsep dalam mewujudkan mobile device yang paling paham/mengerti di pengguna karena sifatnya memang open source.

Kemudian di tahun 2005 bulan Agustus Google Inc mengakuisisi Android Inc dan semua sahamnya pun dibeli oleh perusahaan besar dan raksasa tersebut. Sampai saat ini, sejarah dari Android akan menjadi bagian yang tak akan bisa terpisahkan dari Google. Ditambah lagi dengan pemakaian Linux dalam membuat sebuah sistem operasi untuk keperluan mobile phone.

Setelah itu pada tahun 2013 Google mengumumkan Android untuk pertama kalinya dan dirilis versi beta pada tahun berikutnya yaitu tahun 2014. Aplikasi ini dikembangkan dengan Eclipse IDE yang sifatnya lebih umum, yaitu dengan Java IDE yang mendukung serta mensupport bahasa pemrograman.

Mengapa Anda Harus Menggunakan Android Studio

Ada banyak alasan mengapa banyak pengguna atau pengembang yang memilih untuk belajar Android Studio, untuk pembuatan aplikasi Android yang lebih optimal dan advance pada setiap perangkat mobilenya. Berikut ini beberapa alasan mengapa harus memilih Android Studio:

  • Sangat membantu serta bisa mempercepat kebutuhan bagi para pengembang aplikasi mobile, yang disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Tools yang tersedia juga sangat mudah dipelajari dan karena ada banyak dokumentasi serta tutorial yang beruhubungan dengan proses development.
  • Termasuk ke dalam bahasa pemrograman native dengan melakukan penulisan pada kode sebuah program yang dimulai dari awal sampai akhir, dan sesuai dengan kebutuhan dari para developer.

Fitur dari Android Studio

Dalam Android Studio tersebut tersedia fitur utama yang akan mendukung proses pembuatan aplikasi dengan maksimal, yang diantaranya yaitu:

  • Keperluan environtment yang akan memudahkan pengembangan aplikasi Android.
  • Adanya dukungan dalam pengembangan Android TV serta Wear.
  • Memiliki fitur template yang bisa menentukan tampilan pada desain serta komponen di Android.
  • Adanya fitur refactoring serta dukungan build yang berbasis Gradle.
  • Memiliki antarmuka dengan basis drag and drop yang terdapat pada fitur layout editor.
  • Memiliki dukungan bawaan untuk platform Google Cloud yang juga akan memungkinkan proses integrasi dengan menggunakan aplikasi Engine dan Google Cloud Messaging.
  • Memperoleh dukungan dari bahasa pemrograman C++ dan juga dari Native Development Kit atau NDK.

Cara Menggunakan Android Studio

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menggunakan Android Studio, berikut ini cara menggunakan Android Studio dengan mudah:

1. Dengan Menggunakan Colors.xml

Colors.xml ini biasanya dipakai untuk editing warna misalnya pada image, background, teks, dan lain sebagainya, yang nantinya akan diaplikasikan pada aplikasi Android yang Anda buat. File colors.xml ini terdapat pada folder Values.

Berikut tutorial lengkapnya:

  • Klik colors.xml terlebih dulu.
  • Edit kodenya sampai menjadi seperti berikut:

Cara Menggunakan Android Studio Pemula

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<resources>

    <color name=”colorPrimary”>#3F51B5</color>

    <color name=”colorPrimaryDark”>#303F9F</color>

    <color name=”colorAccent”>#FF4081</color>

    <color name=”teks”>#006400</color>

    <color name=”tombol”>#8B0000</color>

</resources>

  • Kemudian buka activity_main.xml dan tambahkan beberapa kode berikut:

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

    xmlns:app=”http://schemas.android.com/apk/res-auto”

    xmlns:tools=”http://schemas.android.com/tools”

    android:layout_width=”match_parent”

    android:layout_height=”match_parent”

    tools:context=”badoystudio.com.projectpertama.MainActivity”>

    <TextView

        android:layout_width=”wrap_content”

        android:layout_height=”wrap_content”

        android:text=”Ini Adalah Teks”

        android:textSize=”40sp”

        android:textColor=”@color/teks”

        app:layout_constraintBottom_toBottomOf=”parent”

        app:layout_constraintLeft_toLeftOf=”parent”

        app:layout_constraintRight_toRightOf=”parent”

        app:layout_constraintTop_toTopOf=”parent” />    

</android.support.constraint.ConstraintLayout>

  • Kode warna ini bisa dipakai untuk layout atau bisa juga untuk aktivitas lainnya. 

2. Dengan Menggunakan Strings.xml

Strings.xml ini akan dipakai untuk menampilkan teks yang dimasukkan di aplikasi Android, dengan cara menggunakannya yaitu:

  • Klik strings.xml terlebih dulu.
  • Lalu tambahkan kode berikut:

Cara Menggunakan Android Studio Pemula

<resources>

    <string name=”app_name”>projectpertama</string>

    <string name=”judul”>Ini adalah judul dari String </string>

</resources>

  • Edit komponen Textviewnya yang ada di activity_main.xml menjadi seperti berikut:

<TextView

    android:layout_width=”wrap_content”

    android:layout_height=”wrap_content”

    android:text=”@string/judul”

    android:textSize=”30sp”

    android:textColor=”@color/teks”

    app:layout_constraintBottom_toBottomOf=”parent”

    app:layout_constraintLeft_toLeftOf=”parent”

    app:layout_constraintRight_toRightOf=”parent”

    app:layout_constraintTop_toTopOf=”parent” />

3. Dengan menggunakan Fungsi Drawable

Cara memasukkannya mudah saja, seperti berikut ini:

  • Klik kanan yang ada di folder Drawable.
  • Lalu klik Show in explorer.
  • Copy gambar yang ada di folder Drawable tersebut.
  • Setelah itu buka activity_main.xml dengan tambahan komponen ImageView seperti berikut:

Cara Menggunakan Android Studio Pemula

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>

<android.support.constraint.ConstraintLayout xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android”

    xmlns:app=”http://schemas.android.com/apk/res-auto”

    xmlns:tools=”http://schemas.android.com/tools”

    android:layout_width=”match_parent”

    android:layout_height=”match_parent”

    tools:context=”badoystudio.com.projectpertama.MainActivity”>

    <ImageView

        android:layout_width=”wrap_content”

        android:layout_height=”wrap_content”

        android:src=”@drawable/android”

        app:layout_constraintBottom_toBottomOf=”parent”

        app:layout_constraintLeft_toLeftOf=”parent”

        app:layout_constraintRight_toRightOf=”parent”

        app:layout_constraintTop_toTopOf=”parent” />

</android.support.constraint.ConstraintLayout>

Membuat Aplikasi di Android Studio

Sebelum mulai membuat aplikasi di Android Studio, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Yaitu bagaimana aplikasi itu menyediakan titik masuk, dan bagaimana cara aplikasi bisa beradaptasi dengan beragam perangkat yang ada.

Aplikasi Android telah dirancang sebagai paduan/kombinasi dari beberapa komponen, yang dijadikan satu. Contohnya jenis komponen pada aplikasi yang menyediakan interface si pengguna. Aktivitas utama akan dimulai ketika pengguna mengetuk ikon yang ada di aplikasi tersebut. Selain itu Anda pun dapat mengarahkan pengguna pada aktivitas yang lainnya.

Komponen yang lainnya seperti misalnya Work Manager akan memungkinkan aplikasi untuk melakukan tugas pada latar belakang tanpa menggunakan UI. Jika sudah membuat aplikasi yang pertama maka Anda bisa mempelajari yang selanjutnya yaitu dasar dari aplikasi Android.

Android juga akan memungkinkan Anda untuk menyediakan sumber berbeda dalam perangkat yang juga berbeda. Contohnya pada saat membuat tata letak yang tidak sama untuk ukuran layar yang juga beda. Sistemnya akan menentukan tata letak dan dipakai berdasarkan ukuran dari layar perangkat yang digunakan saat ini.

Itulah cara menggunakan Android Studio yang tepat, dengan tutorial yang sesuai dengan langkah yang baik dan benar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

six − 5 =