√ 7 Cara Membuat Daftar Pustaka

3 min read

7 Cara Membuat Daftar Pustaka

Membuat daftar pustaka di makalah atau tugas akhir sudah menjadi makanan sehari-hari mahasiswa. Setiap mata kuliah atau mata pelajaran pasti pernah ditugaskan untuk membuat makalah. Meski membuat makalah sudah sering dilakukan oleh Anda yang berstatus sebagai pelajar, namun tak jarang Anda membuat kesalahan.

Entah kesalahan tata bahasanya, sistematika penulisannya, atau bahkan kesalahan cara membuat daftar pustaka. Bila Anda melakukan salah satu dari kekeliruan tersebut, coba Anda simak ulasannya berikut ini!

Format Membuat Daftar Pustaka yang Benar

7 Cara Membuat Daftar Pustaka

Bagaimana cara membuat daftar pustaka yang benar? Bila selama ini Anda bingung dengan format yang digunakan saat menulis daftar pustaka, Anda bisa memakai rumus NATAJUKOPEN.

Rumus ini merupakan format tepat menulis daftar pustaka yang terdiri dari singkatan Nama, Tahun, Judul, Kota, dan penerbit. Untuk memisahkan format yang satu dengan yang lainnya, gunakanlah tanda titik (.) kecuali untuk kota dan nama penerbit, gunakanlah tanda titik dua (:).

Format di atas tidak bisa diterapkan di semua instansi. Ada beberapa instansi yang justru menggunakan urutan berbeda saat menulis daftar isi, seperti menggunakan urutan Nama, Judul, Kota, Penerbit, dan Tahun. Untuk pembahasan kali ini, menggunakan urutan daftar isi yang pertama saja, yaitu NATAJUKOPEN. 

Nama

Pada bagian ini, yang ditulis adalah nama pengarang atau penulisnya, bukan nama Anda. Cara penulisannya pun berbeda. Nama yang ditulis urutannya tidak ditulis seperti pada biodata, melainkan ditulis dengan urutan yang terbalik.

Nama yang ditulis pertama kali adalah nama belakang, baru kemudian nama depan. Di antara kedua bagian itu dipenggal oleh tanda koma (,). 

Contohnya, jika nama penulis adalah Muhammad Syafei, maka penulisan nama yang benar dalam daftar pustaka adalah Syafei, Muhammad. 

Jika penulis mempunyai gelar seperti S.Pd, S.H, S.E, dan sebagainya, maka cukup tuliskan saja nama lengkapnya. Anda tidak perlu menambahkan embel-embel gelar saat menulis nama di daftar isi. 

Sedangkan untuk buku yang ditulis oleh dua orang, penulisan nama dalam daftar isinya cukup nama orang pertama saja yang ditulis dengan urutan terbalik. Untuk penulis keduanya ditulis dengan urutan seperti biasa. Misalnya: Khomarudin, Ahmad dan Asep Sanjaya. 

Tahun

Bagian ini ditulis setelah nama. Tahun yang dimaksud adalah tahun terbit buku yang Anda pakai sebagai referensi. Untuk penulisan tahun, ditulis dengan angka. Misalnya, buku yang Anda pakai adalah buku terbitan tahun 2016. Maka penulisan tahun dalam daftar isi yang benar adalah 2016. 

Judul 

Urutan selanjutnya adalah judul. Khusus untuk judul, penulisannya harus dibuat miring, kemudian setiap kata depannya ditulis menggunakan huruf kapital. Contohnya: Psikologi Perkembangan Remaja. 

Kota

Berikutnya adalah kota. Yang dimaksud dengan kota adalah tempat buku tersebut diterbitkan. Jangan lupa akhiri dengan tanda titik dua (:) setelah Anda menulis kotanya. 

Penerbit

Yang terakhir adalah nama penerbit. Penulisan nama penerbit ditulis setelah tanda titik dua (:), dan ditulis secara lengkap. Contoh cara penulisannya adalah Medan: Bintang Literasi Publisher. 

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

7 Cara Membuat Daftar Pustaka

Jika sebelumnya sudah dibahas tentang cara penulisan daftar isi yang tepat dan benar, maka sekarang perhatikan beberapa contoh daftar pustaka yang bisa digunakan sebagai referensi Anda saat menulis karya tulis. 

Misalnya, Anda merujuk sebuah buku yang berjudul “Memahami Psikologi Abnormal” yang ditulis oleh Prof. Andi Silalahi. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 2013 oleh Penerbit Cahaya Literasi yang bertempat di Kota Balikpapan. Maka, penulisan daftar isi yang tepat adalah:

Silalahi, Andi. 2013. Memahami Psikologi Abnormal. Balikpapan: Penerbit Cahaya Literasi. 

Praktikkan cara menulis daftar isi ini berulang kali agar Anda terlatih saat menulis daftar isi yang tepat dan benar di makalah Anda. 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal dan Makalah

Berbeda dengan buku, cara menulis daftar pustaka dari jurnal dan makalah adalah dengan membubuhkan link atau kode URL-nya. Ketika Anda mengakses jurnal yang diunggah di situs online, pastikan bahwa Anda telah menyalin kode URL dari jurnal tersebut. Jika sudah, tempelkan link-nya di karya tulis Anda. 

Contoh cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar adalah seperti berikut:

Sutedja. 2018. Perbandingan Surat Kabar Cetak dan Online (Studi Deskriptif tentang Pemanfaatan Koneksi Internet untuk Mengakses Aplikasi Berita Kompas dalam Membangun Industri Media Cetak di Era Industri 4.0)”, vol. 11, no. 12 hlm 125-135 diakses dari http://ejournal.ui-suka.ac.id/soshum/jurnalistik/article/view/091-02 pada 27 Desember 2020 pukul 11.50 WITA. 

Cara Membuat Daftar Pustaka dari Tesis atau Skripsi

Lain halnya saat Anda ingin menulis daftar isi dari rujukan skripsi atau tesis. Jika data yang Anda Pakai dalam menulis makalah disadur dari tesis atau skripsi, maka Anda harus menulisnya dengan cara yang hampir mirip dengan menulis daftar isi dari buku.

Hanya saja, perbedaannya adalah dari penulisan penerbitnya. Jika rujukan yang dipakai diambil dari tesis atau skripsi, maka nama penerbitnya diganti menjadi nama universitas si penulis skripsi atau tesis tersebut. Contoh cara menulisnya adalah:

Wijaya, Agustinus. 2019. Korelasi Tingkat Ekonomi dengan Tingkat Kelulusan Siswa SMK. Malang: Universitas Negeri Malang. 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Website

7 Cara Membuat Daftar Pustaka

Selain rujukan yang disadur dari jurnal, tesis, skripsi, dan buku, Anda juga bisa melengkapi makalah yang Anda buat dengan kutipan-kutipan data yang diambil dari internet. Jika Anda ingin menulis daftar pustaka dari website, Anda harus menyalin URL situs yang Anda sadur ke dalam makalah Anda.

Lengkapi juga penulisannya dengan waktu dan tanggal saat Anda mengakses situs tersebut. Contoh penulisan daftar pustaka dari website yang baik dan benar adalah seperti berikut:

Hughest, Shanty. 2020. “Hal-hal yang Harus Anda Pahami saat Melihat Minoritas di Eropa dan Perbedaan Perilaku Mayoritas Kepada Mereka” Diakses dari https://www.tbccc.com/article.internasional/amp/eropa-dunia pada 29 Januari 2021 pukul 08.13 WIB. 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Artikel Ilmiah

Rujukan lain yang bisa Anda jadikan sumber pustaka adalah artikel ilmiah. Artikel ilmiah ini bisa Anda akses secara khusus melalui situs online perpustakaan kampus atau situs online perpustakaan kota. Ketika mencarinya, cukup ketikkan kata kunci topik yang sedang Anda bahas di makalah, lalu klik pencarian.

Jika sudah ketemu dengan artikel yang membahas topik Anda, Anda tinggal mengunduhnya dan jadikan sebagai sumber data referensi. Namun, jangan lupa juga untuk menyalin kode URL dari artikel ilmiah tersebut. Setelah itu tempel di daftar pustaka makalah Anda dengan cara penulisan seperti berikut:

William, Jack. 2016. “Dukungan Masyarakat Daerah XX Terhadap Tenaga Kerja Wanita dan Kaum Marjinal yang Ada di Indonesia.” Diakses dari https://school.agaun.co.id/article/ilmiah-sosial pada 28 Februari 2020 pukul 20.15 WIB. 

Itulah beberapa cara membuat daftar pustaka yang baik dan benar, semoga membantu mempermudah menyelesaikan penulisan apapun  yang Anda buat saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 + thirteen =